Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh para sesepuh masyarakat, keberadaan Desa Ganeas telah dikenal sejak sekitar tahun 1812, pada masa pemerintahan Bupati Sumedang Kusuma Dinata IX yang dikenal pula dengan nama Pangeran Surya Dinata IV atau Pangeran Kornel.
Dalam perjalanan sejarahnya, nama Ganeas memiliki cerita tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Berdasarkan keterangan para sesepuh, nama Ganeas berasal dari dua kata, yaitu “Gan” dan “Ea”. Kata “Gan” dimaknai sebagai Juragan, sedangkan “Ea” merupakan sebutan dalam bahasa Sunda lemes untuk bayi atau orok. Kisah tersebut menjadi salah satu bagian dari cerita lisan yang diwariskan oleh masyarakat dan menjadi bagian dari identitas sejarah Desa Ganeas.
Sejarah Desa Ganeas tidak hanya menjadi catatan mengenai perjalanan suatu wilayah, tetapi juga merupakan bagian dari warisan masyarakat yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Nilai-nilai yang terkandung dalam cerita para sesepuh menjadi pengingat akan pentingnya mengenal asal-usul desa sebagai bagian dari jati diri masyarakat Ganeas.
Seiring perkembangan zaman, Desa Ganeas terus mengalami perubahan dan perkembangan dalam berbagai bidang. Meskipun demikian, sejarah dan cerita yang diwariskan oleh para sesepuh tetap menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan kebersamaan masyarakat Desa Ganeas.
Catatan: uraian mengenai tahun keberadaan Desa Ganeas dan asal-usul nama Ganeas tersebut bersumber dari keterangan lisan para sesepuh masyarakat dan merupakan bagian dari sejarah tutur yang diwariskan secara turun-temurun.